Transformasi lingkungan menuju kawasan yang lebih asri dan ramah iklim kini tengah menjadi fokus utama bagi masyarakat di Kota Lubuklinggau. Sebagai salah satu kota yang terus berkembang di Sumatera Selatan, tantangan berupa peningkatan suhu udara dan polusi menjadi hal yang tidak dapat dihindari tanpa adanya campur tangan manusia dalam melestarikan alam. Merespon kondisi tersebut, para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi pembina olahraga mahasiswa meluncurkan sebuah gerakan lingkungan yang ambisius. Inisiatif untuk membuat Lubuklinggau lebih sejuk ini diwujudkan melalui penanaman ratusan bibit pohon di lahan-lahan terbuka hijau dan daerah aliran sungai yang mulai gundul.

Kegiatan aksi tanam pohon ini bukan sekadar aktivitas seremonial menancapkan bibit ke dalam tanah, melainkan sebuah komitmen untuk memulihkan paru-paru kota. Pemilihan jenis pohon dilakukan dengan sangat hati-hati, mengutamakan pohon peneduh yang memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen. Para atlet mahasiswa di wilayah Lubuklinggau terlibat langsung dalam proses penggalian hingga pemupukan, menunjukkan bahwa kekuatan fisik mereka juga sangat berguna untuk upaya konservasi alam. Lingkungan yang sejuk dan bersih adalah syarat mutlak bagi para olahragawan untuk dapat berlatih dengan optimal tanpa terganggu oleh kualitas udara yang buruk.

Dalam perspektif keberlanjutan, BAPOMI menekankan pentingnya perawatan pasca-tanam. Setiap kelompok mahasiswa diberikan tanggung jawab untuk memantau pertumbuhan bibit yang mereka tanam secara berkala. Kolaborasi dengan dinas lingkungan hidup setempat juga diperkuat untuk memastikan area penghijauan ini aman dari gangguan pembangunan yang tidak terkontrol. Masyarakat di sekitar lokasi penanaman juga diajak untuk ikut menjaga, karena manfaat dari pohon-pohon ini akan dirasakan langsung oleh mereka dalam bentuk udara yang lebih segar dan cadangan air tanah yang lebih terjaga. Gerakan ini membuktikan bahwa pemuda memiliki peran sentral dalam mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal.

Keberhasilan aksi ini mulai terlihat dengan munculnya kantong-kantong hijau baru di sudut-sudut kota yang sebelumnya gersang. Selain memberikan efek kesejukan, keberadaan pohon juga berfungsi sebagai habitat bagi berbagai jenis burung dan serangga yang mendukung keseimbangan ekosistem urban. Di Kota Lubuklinggau, semangat untuk menghijaukan kembali wilayah perkotaan harus terus digaungkan agar menjadi identitas kota yang berkelanjutan (sustainable city). Mahasiswa sebagai agen intelektual diharapkan mampu memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menanam minimal satu pohon di setiap halaman rumah sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap kelestarian bumi.

Kategori: Berita