Kota Lubuklinggau kini semakin mempertegas posisinya sebagai destinasi utama olahraga sepeda ekstrem di Indonesia. Keberadaan sirkuit bertaraf internasional di lereng perbukitan kota telah melahirkan banyak talenta lokal yang memiliki nyali luar biasa. Sorotan utama pekan ini tertuju pada prestasi gemilang seorang Rider MTB Lubuklinggau yang berhasil naik ke podium tertinggi dalam kejuaraan balap sepeda gunung. Kemenangan ini bukan hanya hasil dari kecepatan sepeda, melainkan hasil dari perhitungan presisi dalam menaklukkan medan yang penuh dengan rintangan alami maupun buatan.
Menjadi seorang Juara Downhill di lintasan yang teknikal membutuhkan kombinasi antara keberanian, keseimbangan, dan refleks yang sangat cepat. Olahraga ini tidak memberikan ruang bagi kesalahan sedikit pun; satu keterlambatan dalam menekan tuas rem atau salah memilih jalur (line) bisa berakibat pada kecelakaan fatal. Rider asal Lubuklinggau ini dikenal memiliki gaya balap yang agresif namun tetap terkontrol. Ia mampu membaca kontur tanah dengan sangat baik, tahu kapan harus memacu kecepatan maksimal di jalur lurus dan kapan harus melakukan manuver tajam di tikungan berm yang licin.
Teknik yang paling memukau dari penampilannya adalah saat ia melakukan aksi Meluncur Tajam di bagian lintasan yang memiliki kemiringan ekstrem. Di saat rider lain memilih untuk sedikit mengerem guna menjaga keamanan, ia justru menambah kecepatan untuk mendapatkan momentum saat melompat di area drop. Penggunaan suspensi sepeda yang diatur secara spesifik sesuai dengan berat badan dan karakteristik lintasan memberikannya keuntungan dalam meredam benturan keras. Kecepatan rata-rata yang dicatatkannya saat menuruni bukit menjadi rekor baru yang sulit dipecahkan oleh peserta dari luar daerah.
Panggung utama dari kehebatan ini berada Di Bukit Sulap, sebuah kawasan hutan kota yang telah disulap menjadi lintasan downhill kelas dunia. Bukit ini memiliki karakter tanah yang unik, di mana saat kering akan menjadi sangat berdebu dan saat hujan berubah menjadi sangat licin seperti sabun. Rider lokal Lubuklinggau memiliki keunggulan karena mereka sudah terbiasa berlatih di medan ini dalam berbagai kondisi cuaca. Mereka memahami setiap gundukan dan akar pohon yang melintang di jalur, sehingga mereka bisa memacu sepeda dengan tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi dibandingkan kompetitor lainnya.