Ramadan bukan hanya tentang meningkatkan kualitas spiritual, tetapi juga bisa menjadi momentum emas untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga. Di banyak pemukiman padat, potensi ekonomi kreatif sebenarnya sangat besar, namun sering kali terkendala oleh kurangnya keterampilan teknis dan akses pasar. Melihat celah ini, mahasiswa ekonomi dan kewirausahaan menyelenggarakan program pelatihan UMKM yang khusus menyasar kaum perempuan di lingkungan sekitar kampus. Fokus utamanya adalah memberikan bimbingan praktis tentang bagaimana mengolah keahlian memasak atau kerajinan tangan menjadi sumber pendapatan tambahan yang menjanjikan.

Tujuan utama dari inisiatif ini adalah membekali para ibu rumah tangga dengan strategi bisnis yang sederhana namun efektif. Selama ini, banyak ibu-ibu yang sudah memiliki usaha rumahan, namun manajemen keuangannya masih tercampur dengan kebutuhan dapur. Dalam pelatihan ini, mahasiswa mengajarkan cara menghitung harga pokok produksi (HPP) yang tepat, cara pengemasan yang menarik agar produk terlihat profesional, hingga penggunaan media sosial untuk berjualan secara daring. Harapannya, mereka bisa mendapatkan cuan saat puasa melalui produk-produk khas Ramadan seperti kue kering, takjil sehat, hingga hantaran lebaran.

Pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini sangatlah santai dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Mahasiswa membawa contoh-contoh sukses pengusaha kecil yang memulai bisnisnya dari garasi rumah. Para ibu diajak untuk melakukan praktik langsung pembuatan kemasan produk (packaging) yang modern namun murah meriah. Hal ini penting karena nilai jual sebuah produk sering kali meningkat berlipat ganda hanya karena tampilan luarnya yang estetik. Inisiatif pelatihan ini menekankan bahwa untuk memulai bisnis, modal utama bukanlah uang yang besar, melainkan kreativitas dan keberanian untuk memulai.

Selain aspek produksi, mahasiswa juga memperkenalkan konsep pemasaran digital yang sedang tren. Ibu-ibu diajarkan cara memotret produk menggunakan kamera ponsel agar terlihat menggiurkan, serta cara menulis deskripsi produk yang menarik untuk status WhatsApp atau media sosial lainnya. Di masa puasa, pola belanja masyarakat cenderung beralih ke layanan pesan antar, sehingga penguasaan teknologi digital menjadi wajib. Mahasiswa berperan sebagai mentor yang siap mendampingi proses adaptasi digital ini hingga para ibu benar-benar mahir mengelola toko virtual mereka sendiri.

Kategori: Berita