Lubuklinggau menerapkan pendekatan modern dan inovatif dalam mengidentifikasi potensi atlet mahasiswa melalui Seleksi Multicabang. Pendekatan ini mengakui bahwa banyak mahasiswa memiliki potensi fisik yang tinggi, namun belum tentu mengetahui cabor mana yang paling sesuai dengan profil biomekanik dan psikologis mereka. Strategi BAPOMI Lubuklinggau adalah menggunakan Seleksi Multicabang untuk melakukan talent mapping yang efektif sebelum menempatkan atlet pada cabor spesifik.

Seleksi Multicabang adalah proses pengujian fisik yang komprehensif, mencakup serangkaian tes yang mengukur atribut fisik dasar yang relevan untuk berbagai cabor. Tes ini meliputi: kecepatan (untuk atletik/sepak bola), daya ledak (vertical jump untuk basket/voli), kekuatan genggaman (untuk panahan/angkat besi), fleksibilitas (untuk beladiri), dan daya tahan kardiovaskular (untuk renang/dayung). Hasil dari Seleksi Multicabang ini kemudian dianalisis oleh tim sport science BAPOMI.

Proses Penempatan Atlet Mahasiswa setelah seleksi didasarkan pada prinsip transferability of skills. Contohnya, mahasiswa dengan daya ledak vertikal tinggi dan koordinasi baik akan diarahkan ke cabor voli atau basket. Mahasiswa dengan daya tahan kardio yang superior dan komposisi tubuh ringan akan diarahkan ke lari jarak jauh atau dayung. Ini berbeda dari seleksi tradisional yang hanya melihat minat awal atlet, yang sering kali tidak sesuai dengan bakat bawaan mereka.

Pendekatan Seleksi Multicabang ini memungkinkan Lubuklinggau untuk memaksimalkan potensi sumber daya manusia. Ini meminimalisir waktu yang terbuang oleh atlet yang berlatih di cabor yang kurang cocok bagi mereka, dan meningkatkan probabilitas pencapaian prestasi. Dengan strategi Penempatan Atlet Mahasiswa yang didasarkan pada data ilmiah dan profil fisik yang akurat, Lubuklinggau menciptakan sistem yang efisien dan objektif dalam mencetak atlet mahasiswa berprestasi.

Kategori: Berita