Pemerintah Kota Lubuklinggau mengambil langkah serius dalam upaya peningkatan prestasi olahraga daerah dengan memutuskan untuk Naikkan Frekuensi latihan bagi seluruh atlet Cabang Olahraga (Cabor). Kebijakan ini didasari pada keyakinan bahwa intensitas latihan yang lebih tinggi akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas fisik dan teknik atlet. Langkah ini adalah investasi waktu yang krusial.
Keputusan untuk Naikkan Frekuensi latihan ini merupakan bagian dari strategi jangka pendek menjelang kejuaraan besar regional. Dengan menambah jam dan hari latihan, diharapkan atlet mampu mencapai kondisi puncak (peak performance) tepat pada waktunya. Program latihan yang lebih padat ini menuntut disiplin dan komitmen penuh dari setiap atlet.
Upaya Naikkan Frekuensi latihan juga diimbangi dengan perbaikan kualitas program latihan yang disusun oleh tim pelatih. Latihan tidak hanya dibuat lebih sering, tetapi juga lebih variatif dan terukur secara ilmiah. Metode pelatihan modern diterapkan untuk memastikan setiap sesi latihan memberikan efektivitas maksimal, bukan sekadar kuantitas.
Peningkatan Frekuensi Latihan ini juga menjadi tolok ukur baru bagi profesionalisme pengurus dan pelatih Cabor. Mereka dituntut untuk lebih ketat dalam Pengendalian Jadwal dan monitoring perkembangan atlet. Manajemen tim yang efektif diperlukan untuk mengelola jadwal latihan yang lebih intensif tanpa mengorbankan keseimbangan hidup atlet.
Wali Kota Lubuklinggau menyatakan bahwa langkah Naikkan Frekuensi latihan ini adalah indikasi keseriusan daerah dalam bersaing di kancah nasional. Dukungan penuh diberikan, termasuk alokasi anggaran untuk nutrisi tambahan dan fasilitas pemulihan (recovery) yang memadai. Dukungan logistik ini sangat penting untuk mencegah cedera.
Manfaat dari Naikkan Frekuensi latihan ini diharapkan terlihat dari peningkatan daya tahan fisik, kecepatan, dan akurasi teknik atlet. Latihan yang lebih sering akan mengasah kemampuan teknis dan mental bertanding atlet. Target utama adalah memenangkan lebih banyak medali pada kejuaraan mendatang.
Atlet menyambut baik kebijakan Naikkan Frekuensi latihan ini dengan antusias, meskipun menyadari tantangan fisik dan mental yang akan dihadapi. Mereka termotivasi untuk membuktikan diri bahwa kerja keras melalui latihan intensif akan membuahkan hasil. Semangat juang tinggi menjadi modal utama para atlet.