Atmosfer pertandingan olahraga yang ceria dan aman tidak hanya ditentukan oleh aksi para atlet di dalam lapangan, tetapi juga oleh perilaku pendukung di tribun. Sejalan dengan langkah yang bekali atlet public speaking dan citra digital, pembentukan wadah suporter kampus santun diresmikan di Lubuklinggau. Inisiatif ini bertujuan mengarahkan energi kreatif pendukung agar tetap menjunjung tinggi etika olahraga.
Pengorganisasian kelompok suporter kampus santun melibatkan koordinator dari tiap perguruan tinggi untuk menyepakati ikrar persaudaraan antar mahasiswa. Yel-yel penyemangat dirancang dengan kalimat kreatif tanpa memuat unsur provokasi, ujaran kebencian, atau pelecehan fisik terhadap tim lawan. Kemeriahan tribun diisi dengan koreografi seni yang indah.
Pembentukan suporter kampus santun juga efektif mencegah timbulnya kericuhan yang berpotensi merusak fasilitas arena pertandingan. Koordinator lapangan bertugas menjaga ketertiban kelompoknya serta memastikan sampah konsumsi dibersihkan secara mandiri usai acara. Budaya ramah lingkungan turut ditanamkan.
Sosialisasi aturan fair play dan apresiasi terhadap keputusan wasit disampaikan secara berkala sebelum kejuaraan dimulai. Suporter diajak untuk legawa menerima hasil kekalahan sekaligus bersikap rendah hati saat merayakan kemenangan tim kesayangan.
Dampak dari gerakan suporter kampus santun ini terasa langsung pada terciptanya lingkungan kompetisi yang ramah bagi penonton keluarga dan masyarakat umum. Risikonya tindak kekerasan verbal maupun fisik di sekitar arena dapat ditekan hingga nol persen.
Gerakan positif dari tribun ini membuktikan bahwa dukungan fanatik dapat berdampingan secara harmonis dengan kesantunan budaya akademis. Semangat sportif dari para pendukung akan menjadi inspirasi bagi kemajuan olahraga di tingkat lokal.