Setelah selesainya rangkaian kompetisi besar di tingkat daerah, tugas sebuah organisasi olahraga belum benar-benar berakhir. Justru, tahap yang paling menentukan kualitas organisasi di masa depan adalah proses evaluasi yang dilakukan secara mendalam dan menyeluruh. BAPOMI Lubuklinggau memegang teguh prinsip ini dengan menyelenggarakan forum bedah hasil kerja untuk meninjau kembali setiap aspek yang telah berjalan. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi celah-celah kekurangan, mengapresiasi keberhasilan yang telah dicapai, serta menyusun rekomendasi perbaikan agar agenda di masa mendatang dapat berjalan dengan kualitas yang jauh lebih tinggi dan profesional.
Fokus pertama dalam bahasan ini adalah mengenai teknis penyelenggaraan yang melibatkan banyak departemen, mulai dari bidang pertandingan, perwasitan, hingga urusan logistik dan keamanan. BAPOMI Lubuklinggau mengumpulkan umpan balik dari para peserta, ofisial tim, dan penonton untuk mendapatkan gambaran yang objektif mengenai kualitas layanan panitia di lapangan. Hal-hal detail seperti ketepatan waktu dimulainya pertandingan, ketersediaan fasilitas medis darurat, hingga kenyamanan ruang ganti atlet menjadi poin yang dibahas secara kritis. Penyelenggaraan yang baik adalah cerminan dari kematangan sebuah organisasi dalam mengelola event skala besar yang melibatkan massa dalam jumlah banyak.
Keberadaan sebuah turnamen mahasiswa bukan hanya sekadar untuk mencari pemenang medali, tetapi juga sebagai barometer keberhasilan pembinaan yang telah dilakukan selama satu tahun penuh. Dalam rapat evaluasi tersebut, dilakukan analisis terhadap kualitas kompetisi itu sendiri. Apakah persaingan antarperguruan tinggi sudah semakin merata? Apakah muncul bibit-bibit baru yang memiliki potensi untuk diproyeksikan ke tingkat nasional? BAPOMI Lubuklinggau ingin memastikan bahwa turnamen yang diadakan bukan hanya sekadar seremoni rutin, melainkan harus mampu meningkatkan level teknis para atlet mahasiswa. Jika ditemukan adanya penurunan kualitas permainan, maka hal tersebut akan menjadi catatan penting bagi kurikulum pelatihan di masa yang akan datang.
Kota Lubuklinggau yang dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan olahraga di wilayah Sumatera Selatan bagian barat memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga standar prestasinya. Oleh karena itu, evaluasi ini juga menyentuh aspek akuntabilitas keuangan dan penggunaan sarana prasarana milik pemerintah daerah. BAPOMI memastikan bahwa setiap dana yang dikeluarkan dalam penyelenggaraan turnamen dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan memiliki dampak ekonomi yang positif bagi lingkungan sekitar. Transparansi ini penting untuk menjaga kepercayaan dari pemerintah kota dan pihak sponsor yang telah memberikan kontribusi besar dalam menyukseskan acara tersebut.