Organisasi secara rutin mulai pantau gizi para anggotanya melalui edukasi literasi pangan. Banyak mahasiswa yang cenderung mengonsumsi makanan instan atau cepat saji karena alasan kepraktisan dan harga yang murah. Padahal, bagi seorang atlet, kekurangan asupan protein, vitamin, dan mineral dapat berdampak pada penurunan performa dan peningkatan risiko cedera. Dengan pemantauan yang teratur, mahasiswa diberikan panduan mengenai komposisi karbohidrat kompleks, protein berkualitas, dan lemak sehat yang dibutuhkan sesuai dengan cabang olahraga yang mereka tekuni.
Fokus sasaran dalam program ini adalah setiap atlet mahasiswa yang terdaftar di bawah naungan organisasi. Kebutuhan kalori seorang pelari maraton tentu berbeda dengan atlet bela diri. Oleh karena itu, pengurus memberikan bimbingan yang lebih personal mengenai pola makan sebelum, saat, dan sesudah latihan. Nutrisi dianggap sebagai “bahan bakar” utama yang jika tidak dikelola dengan baik, akan membuat mesin tubuh menjadi cepat rusak. Edukasi ini juga mencakup pentingnya menghindari konsumsi gula berlebih dan zat aditif yang dapat mengganggu konsentrasi saat belajar maupun bertanding.
Implementasi nyata dari visi ini dilakukan dengan menginisiasi konsep kantin sehat di lingkungan kampus-kampus yang ada di Lubuklinggau. Melalui dialog dengan para pedagang kantin, organisasi mendorong penyediaan menu yang lebih seimbang dan higienis. Menu-menu yang kaya serat dan protein hewani maupun nabati mulai dipromosikan sebagai pilihan utama bagi mahasiswa. Selain itu, kebersihan pengolahan makanan juga menjadi poin pengawasan agar atlet terhindar dari gangguan pencernaan yang bisa menghambat jadwal latihan mereka. Kantin kampus harus bertransformasi menjadi laboratorium kesehatan bagi para mahasiswa.
Keberhasilan program di pantau gizi ini sangat bergantung pada kesadaran mandiri mahasiswa. Mengubah pola makan adalah salah satu tantangan tersulit karena berkaitan dengan kebiasaan yang sudah mendarah daging. Oleh karena itu, kampanye dilakukan secara menarik melalui media sosial dan poster-poster informatif di area kampus. Mahasiswa diajarkan untuk menjadi konsumen yang cerdas dengan selalu memperhatikan label nutrisi dan memilih bahan makanan alami daripada produk olahan. Tubuh yang sehat adalah aset utama yang harus dijaga selama masa pendidikan dan seterusnya.