Overuse Injury adalah cedera yang berkembang seiring waktu akibat stres repetitif yang melebihi kemampuan tubuh untuk pulih. Cedera jenis ini seringkali tidak menunjukkan gejala akut, membuatnya sulit dideteksi hingga terlambat. Untuk mengatasi hal ini, BAPOMI (Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia) kini menerapkan Metode Skrining Fungsional sebagai alat utama Deteksi Overuse Injury di kalangan atlet mahasiswa.

Metode Skrining Fungsional adalah serangkaian tes gerakan yang bertujuan mengidentifikasi ketidakseimbangan biomekanik, asimetri gerakan, keterbatasan fleksibilitas, atau kelemahan otot penstabil. Faktor-faktor ini adalah prekursor utama dari Overuse Injury yang berulang pada atlet.

Tujuan utama Deteksi Overuse Injury ini adalah pencegahan proaktif. Dengan mengidentifikasi pola gerakan yang tidak efisien atau disfungsi sendi minor, pelatih dan fisioterapis dapat melakukan intervensi sebelum masalah berkembang menjadi cedera yang melumpuhkan karier.

Salah satu alat populer dalam Metode Skrining Fungsional BAPOMI adalah Functional Movement Screen (FMS) atau modifikasinya. Tes ini mengevaluasi kualitas gerakan atlet dalam tugas-tugas dasar seperti deep squat, hurdle step, dan inline lunge. Skor yang rendah pada tes tertentu mengindikasikan area yang rentan terhadap stres.

Skrining Fungsional BAPOMI juga mencakup tes kekuatan otot spesifik dan stabilitas core. Kekuatan inti yang lemah dapat menyebabkan kompensasi gerakan di ekstremitas, yang kemudian meningkatkan risiko Overuse Injury pada lutut, bahu, atau punggung bawah.

Data yang diperoleh dari Metode Skrining Fungsional digunakan untuk membuat program latihan korektif yang dipersonalisasi. Fokusnya adalah memperbaiki kualitas gerakan, bukan hanya kuantitas latihan. Deteksi Overuse Injury mengubah filosofi pelatihan dari pushing through pain menjadi moving better.

Dengan mengadopsi Metode Skrining BAPOMI, organisasi memastikan bahwa kesehatan atlet dipantau secara ilmiah dan terstruktur. Deteksi Overuse Injury dini adalah kunci untuk Manajemen Beban Latihan yang bijaksana, memastikan keberlanjutan performa atlet mahasiswa di musim kompetisi yang panjang.

Kategori: Berita